20 Agu 2014

Program C++ Array 1 Dimensi

Oke teman-teman kali ini saya akan menunjukan contoh penggunaan araay 1 dimensi.
Namun sebelumnya pelu di ketahui dulu apa itu Array.

Pengertian Array 1 Dimensi


Array adalah struktur data yang terdiri  dari  kumpulan  variabel  yang bertipe sama.

Akses   elemen   suatu   array   bersifat random,  artinya  dapat  dimulai  dari mana   saja   dan tidak   harus   dari elemen pertamanya. Namun elemen-elem array tersusun secada berderet dan urut sesuai dengan indeksnya, tapi untuk proses pemanggilannya bisa secara random.
Ada juga array dimensi banyak yaitu :
* Array dimensi 2 (matrik/kolom).
* Array dimensi 3 (kubik).
Namun yang akan kita bahas di sini adalah array dimensi 1.


Contoh bentuk umun array

Tipe data nama_array [ jumlah elemen ];

Nah untuk lebih jelasnya kita langsung ke prakteknya, buka program c++ Anda saya menggunakan Borland C++ kalau yang belum punya silahkan di download disini.
Jika sudah di download langsung ajha di install. buka filenya dan cari kata Setup yang berekstensikan Application. setelah itu ikuti instruksinya.

Contoh Program Array 1 Dimensi pada C++

Nahh setelah itu ketikan kode di bawah ini. boleh di copas....^_^


#include
#include
#include


void main()
{
int nilai[5];
int i;
char nama[20];
cout<<"masukan Nama Mahasiswa : ";
gets(nama);

cout<<"Masukan nilai ujuan mahasiswa,\n";
cout<
for(i=0; i<5 i="" span="">
{
cout<<"Nilai yang ke- "<<(i+1)<<" : ";
cin>>nilai[i];
}
cout<
cout<<"Mahasiswa yang bernama "<
for(i=0; i<5 i="" span="">
{
cout<
cout<<"\nNilai ke-"<<(i+1)<<" : "<
}
cout<
cout<<"\n\nTerimakasih.";
getch();


}


Jika sudah silahkan di run dengan cara takan Ctrl+F9.

Ayo dincoba semoga tidak error..^_^
Dan semoga juga tulisan ini bisa membantu Anda.

Fungsi Const dalam Pemrograman C++

Dalam C++, Const mendefinisikan sebuah variable yang nilainya tak dapat di rubah atau sudah di tetapkan oleh user. Const adalah cara yang di siapkan untuk mendefinisikan konstanta dalam C++.
Const juga dapat di gunakan untuk modifier tipe di dalam prototype fungsi rangkaian pemanggil menetapkan sebuah argumen yang tidak dapat di ubah.
Bentuk umum untuk mendefinisikan Const :

const nama_const = nilai const;


Contoh :

const ZERO = 0;

contoh ini mendefinikan const dengan nama ZERO bertipe integer yang bernilai "0" dan nilai ini bersifat permanen.
Nama  Const biasanya berhuruf kapital tujannya untuk membedakan dengan variable-variable.
untuk const berarray sering juga di gunakan :

const char HI[]="hello there";

HI adalah sebuah string konstanta bertipe karakter yang berisi "hello there".
Untuk lebih jelasnya silahkan ketikan source code di bawah ini :

#include
#include

const char hello[]="Terima Kasih...\1";//deklarasi konstanta bertipe char
const double Phi=3.14;//deklarasi konstanta bertipe integer
double hasil,r;
void main()
{
cout<<"Program Hiting Luas Lingkaran\n";
cout<<"=============================\n";
cout<
cout<<"Masukan jari-jari lingkaran (cm) : ";
cin>>r;
hasil=(Phi*r*r);
cout<<"Luas Lingkaran = "<
cout<
cout<
cout<
cout<
getch();

}


Dari source code di atas bisa kita lihat bahwa Const Phi=3,14 adalah nilai yang sudah di tetapkan.
dalam Matematika rumus Phi=3.14 atau boleh juga di ganti Phi=22/7 itu sudah di tetapkan untuk mencari luas lingkaran, nah klo menggunkan Const jadi lebih mudahkan....^_^

Contoh output yang akan di tampilkan :


Fungsi Const dalam Pemrograman C++

Demikian penjelasan singkat tentang penggunaan Const pada pemrograman C++.
Selamat mencoba, semoga tulisan ini dapat membantu Anda.

Program Sederhana dengan C++

Nahh... teman-teman di sini saya akan menunjukan contoh program sederhana mengunakan Borland c++, klo yang belum punya aplikasinya silahkan di download disini.

Setelah programnya udah di download, cekidot dahh...^_^ langsung di install ajha.....
klo sdh di install buka programnya, tampilan awal dari Borland akan seprti ini.




Jika sudah selanjutnya klik File->New->Text Edit.
setelah itu pastekan code di bawah ini...^_^



#include
#include
#include

void main()
{ //ini adalah tanda awalan dari program
char nama[20]; //ini adalah sebuah variable yang bertipe karakter yg di namakan "nama"
cout<<"Masukan Nama Anda : ";
gets(nama); //gets(nama) fungsinya untuk meminta masukan nama anda
cout<
cout<<"My name is "<
cout<<"Welcome to My First C++ Program\n";
cout<
cout<
cout<<"Press Enter to Exit!";
getch(); //getch() fungsinya untuk menghentikan program sejenak
}  //ini adalah tanda akhir dari program



Lalu di compile/run dengan menekan Ctrl+F9 untuk menjalankan program yang kita buat.



Penjelasan sintak atau code di atas,
  • Fungsi #include adalah sebuah prosesor pengarah yang mengatakan kepada kompiler untuk meletakan kode dari header file iostream.h kedalam program. Fungsi cout memerlukan file iostream.h.
  • Fungsi Main adalah nama judul fungsi. 
  • Fungsi Tanda () digunakan untuk mengapit argumen fungsi yaitu nilai yang akan dilewatkan ke fungsi. 
  • Fungsi Tanda pada fungsi main() menyatakan awal eksekusi program. Adapun } pada fungsi main() menyatakan akhir eksekusi program. 
  • Fungsi cout (character out) dipakai untuk menampilkan text di layar monitor anda. Cout merupakan sebuah objek di dalam C++, yang digunakan untuk mengarahkan data ke dalam standar output (cetak pada layar)
  • Fungsi Tanda <<, yang diketahui sebagai operator pemasukan (insertion operators). Tanda tersebut mengatakan kepada kompiler agar segera menghasilkan output sesuai dengan input anda. 
  • Fungsi Tanda semicolon “ ; ” digunakan untuk mengakhiri sebuah pernyataan. Setiap pernyataan harus diakhiri dengan sebuah tanda semicolon.
  • Fungsi Getch() Dan getche() Yaitu suatu fungsi yang saat kita menginputkan sebuah karakter, maka akan ada penekanan enter secara otomatis, dan pindah ke baris selanjutnya. Fungsi getch() karakter yang dimasukkan tidak akan ditampilkan pada layar sehingga sering digunakan untuk meminta inputan berupa password. Fungsi getche() karakter yang dimasukkan akan ditampilkan pada layar.



Selamat Mencoba, semoga tidak error... wkwkwkwkw....^_^

13 Jul 2014

7 Mei 2014

Ingin Doa Dikabulkan, Lakukan 8 Langkah Berikut Ini

 
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya Allah itu Maha Malu dan Maha Pemurah. Allah malu jika ada seseorang yang menengadahkan kedua tangan kepada-Nya tapi kemudian menolaknya dengan tangan hampa” (HR. Abu Dawud, Tirmidzi, dan Ibnu Majah). 
Hadits tersebut menggambarkan bahwa Allah senantiasa mengabulkan do’a hamba-Nya yang memohon kepada-Nya. Ada beberapa bentuk pengabulan do’a, yaitu dikabulkan di dunia, ditangguhkan sampai hari kiamat, dan sebagai penangkal kejelekan yang mungkin akan menimpa seorang hamba1. Akan tetapi, do’a akan dikabulkan hanya jika syaratnya terpenuhi. Syarat-syarat tersebut adalah:
Pertama, ikhlas. Ibnu Katsir mengatakan bahwa setiap orang yang beribadah dan berdo’a hendaknya dengan ikhlas serta menyelisihi orang-orang musyrik dalam cara dan madzhab mereka2.
Kedua, ittiba’ kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, termasuk dalam segala bentuk ibadah.  Allah berfirman (yang artinya), “Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu” (QS. Al Ahzaab 21)
Ketiga, yakin bahwa do’anya akan dikabulkan. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Berdo’alah kalian kepada Allah dalam keadaan yakin akan terkabulnya do’a itu” (HR. Tirmidzi). 
Jika seorang hamba berdo’a kepada Allah sementara ia tidak yakin Allah akan mengabulkan do’anya, maka itu adalah sebuah kesia-siaan. Umar Ibnul Khattab pernah mengatakan, “Aku tidak membebani diriku dengan keinginan untuk terkabulnya do’a. Aku hanya ingin berharap agar tetap bisa berdo’a”3. Allah berfirman (yang artinya), “Berdo’alah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu” (QS. Ghafir  60).
Keempat, kekhusyukan di hadapan Allah. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Ketahuilah bahwa Allah tidak akan mengabulkan do’a dari seseorang yang lalai dan tidak serius” (HR. Tirmidzi). Seringkali seseorang berdo’a setelah sholat namun tidak merasakan apa yang diucapkannya.
Seorang tabi’in pernah mengatakan, “Sungguh, aku tahu kapan do’aku akan dikabulkan”. Mereka bertanya, “Bagaimana itu bisa?” Ia menjawab, ”Jika hatiku telah khusyuk, kemudian badanku juga ikut khusyuk, dan aku pun mengalirkan air mata. Ketika itulah aku mengatakan do’aku ini akan dikabulkan4.
Imam Ahmad bin Hanbal berkata, “Tahukah kalian bagaimana seharusnya seorang muslim berdo’a?” Mereka bertanya, “Bagaimanakah itu wahai Imam?” Beliau menjawab, “Tahukah kalian bagaimana seseorang yang berada di tengah gelombang lautan, sementara ia hanya memiliki sebatang kayu, dan ia pun akan tenggelam? Kemudian orang ini berdo’a dengan mengatakan, ‘Ya Rabbi, selamatkanlah aku! Ya Rabbi, selamatkanlah aku!’ Maka demikianlah seharusnya seorang muslim berdo’a (kepada Allah)5. Hal ini memperlihatkan bahwa sudah selayaknya seorang hamba yakin bahwa tidak ada lagi yang mampu menyelamatkannya selain Rabbnya sehingga ia akan kembali kepada-Nya dalam keadaan apapun dan berdo’a kepada-Nya karena rasa membutuhkan yang lahir dari kelemahan diri. Allah berfirman (yang artinya), “Atau siapakah yang memperkenankan (do’a) orang yang dalam kesulitan jika ia berdo’a kepada-Nya…” (QS. An Naml 62).
Kelima, tidak isti’jal (tergesa-gesa minta cepat terkabulnya do’a). Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Akan dikabulkan do’a seseorang di antara kalian sepanjang ia tidak tergesa-gesa. Ia berkata, ‘Aku telah berdo’a dan berdo’a, namun aku tidak melihat terkabulnya do’aku’, sehingga ia pun tidak lagi berdo’a” (HR. Bukhari, Muslim, Abu Dawud, Tirmidzi, Ibnu Majah). Orang yang tergesa-gesa dalam berdo’a kemudian meninggalkannya karena merasa tak juga dikabulkan do’anya bagaikan orang yang menanami ladangnya dengan menabur benih. Namun ketika benih itu mulai tumbuh, ia mengatakan, “Agaknya benih-benih ini tidak akan tumbuh”, dan kemudian ia meninggalkannya begitu saja.
Dalam sebuah atsar disebutkan bahwa Allah bertanya kepada Jibril, “Wahai Jibril, apakah hamba-Ku berdo’a kepada-Ku?” Jibril menjawab, “Ya”. Allah bertanya lagi, “Apakah ia menghiba kepada-Ku dalam meminta?” Jibril menjawab, “Ya”. Maka Allah berfirman, “Wahai Jibril, tangguhkanlah (pengabulan) permintaan hamba-Ku, sebab Aku suka mendengar suaranya6.
Keenam, hanya makan yang halal, termasuk di dalamnya adalah menghasilkan harta dari sesuatu yang halal. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya Allah itu baik, dan tidak akan menerima selain yang baik. Allah memerintah orang-orang mukmin seperti apa yang diperintahkan-Nya kepada para Rasul” (HR. Muslim, Tirmidzi). Dalam firman-Nya, Allah memerintahkan (yang artinya), “Hai Rasul-rasul, makanlah dari makanan yng baik-baik, dan kerjakanlah amal sholih…” (QS. Al Mu’minuun 51).
Ketujuh, tidak berdo’a untuk sesuatu yang berdosa. Dari Abu Said, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Apabila seorang muslim berdo’a dan tidak memohon sesuatu yang berdosa atau pemutusan kerabat kecuali akan dikabulkan oleh Allah salah satu dari tiga: Akan dikabulkan do’anya, atau ditunda untuk simpanan di akhirat, atau menghilangkan daripadanya keburukan yang semisalnya” (HR. Ahmad 3/18. Imam Al-Mundziri mengatakannya Jayyid (bagus) Targhib 2/478)7.
Kedelapan, husnudzon (berbaik sangka) kepada Allah bahwa Dia akan mengabulkan do’a kita. Kalaupun  tak dikabulkan, itu karena hikmah yang Allah lebih mengetahuinya. Dalam hadis Qudsi, Allah berfirman (yang artinya), "Aku bergantung prasangka hamba-Ku kepada-Ku" (HR Bukhari).
__________________________________________________________________
1 Amru Khalid. Ibadah Sepenuh Hati, cet ke IX. Solo: PT Aqwam Media Profetika. Hal 172
2 Ismail bin Marsyud bin Ibrahim Ar-Rumaih. Kesalahan Dalam Berdo'a. Diterjemahkan oleh Zaenal Abidin, Lc. Darul Haq.
3 Amru Khalid. Ibadah Sepenuh Hati, cet ke IX. Solo: PT Aqwam Media Profetika. Hal. 174
4 Ibid. Hal 175
5 Ibid. Hal 176
6 Ibid. Hal 177
7 Ismail bin Marsyud bin Ibrahim Ar-Rumaih. Kesalahan Dalam Berdo'a. Diterjemahkan oleh Zaenal Abidin, Lc. Darul Haq.
Penulis: Rakhma Kusuma Wardhani
www.remajaislam.com